Asal usul emas di Bumi selalu jadi pertanyaan menarik. Banyak orang mengira emas memang sejak awal sudah tersimpan di perut Bumi dan tinggal ditambang. Padahal, menurut para peneliti, pembentukan emas jauh lebih kompleks dan melibatkan peristiwa kosmik.
Lalu, sebenarnya dari mana emas berasal? Bagaimana prosesnya sampai bisa ditemukan di tambang? Berikut penjelasan lengkapnya.
Asal Usul Emas di Bumi
Menurut dari para ilmuwan Universitas Bristol, emas bukanlah logam asli yang tercipta di Bumi, melainkan hasil dari tabrakan meteorit.
Berikut beberapa teori utama yang menjelaskan bagaimana pembentukan emas di Bumi:
1. Berasal dari Tabrakan Benda Langit
Emas terbentuk dari peristiwa kosmik besar, seperti tumbukan bintang neutron dan ledakan supernova, jauh sebelum tata surya terbentuk.
Peristiwa kosmik tersebut menghasilkan unsur berat melalui reaksi nuklir yang sangat ekstrem. Oleh karena itu, emas tergolong sangat langka. Bukan hanya di Bumi, tapi juga di alam semesta.
2. Masuk ke Bumi Lewat Hantaman Meteorit
Sekitar lebih dari 200 juta tahun setelah Bumi terbentuk, Bumi mengalami hujan meteorit dalam jumlah besar. Meteorit tersebut membawa logam mulia, termasuk emas.
Benturan hebat meteorit pun membuat emas yang semula terkunci di inti Bumi terdorong ke mantel dan kerak Bumi, lalu terkonsentrasi di area tertentu.
3. Terkumpul Melalui Proses Geologi
Setelah emas masuk ke kerak Bumi, proses geologi seperti pergerakan lempeng, pembentukan benua, dan aktivitas vulkanik memusatkan emas di kantong-kantong tambang. Inilah alasan kenapa emas tidak tersebar merata dan hanya bisa ditemukan di wilayah tertentu.
Sejarah menunjukkan, penambangan emas pun sudah dilakukan sejak sekitar 4000 SM oleh peradaban kuno seperti Mesir, Mesopotamia, dan Lembah Indus.
Perkembangan Kegunaan Emas di Dunia
Nilai emas tidak hanya bertahan, tapi terus berkembang seiring zaman. Berikut gambaran singkatnya:
1. Zaman Kuno
Emas digunakan sebagai simbol kekuasaan, perhiasan, dan perlengkapan ritual. Mesir Kuno terkenal menjadikan emas sebagai lambang keabadian dan kemuliaan.
2. Zaman Klasik
Yunani dan Romawi memanfaatkan emas sebagai koin dan cadangan kekayaan negara. Pada masa ini, emas mulai berperan dalam sistem ekonomi dan politik.
3. Abad Pertengahan hingga Kolonialisme
Emas menjadi sumber pembiayaan perang, pembangunan kerajaan, dan jalur perdagangan antar benua. Penemuan tambang emas di Amerika Selatan mengubah peta ekonomi dunia.
4. Abad Modern
Pada abad ke 19 dan 20, demam emas mendorong migrasi besar dan pertumbuhan kota baru. Emas juga menjadi dasar sistem moneter internasional melalui standar emas.
5. Era Teknologi
Saat ini, emas tidak hanya dipandang sebagai aset investasi, tapi juga komponen penting dalam elektronik, medis, dan teknologi luar angkasa karena sifatnya yang stabil dan presisi.
Proses Pemurnian Emas hingga Siap Pakai
Emas yang ditambang tidak langsung bisa digunakan karena belum memiliki nilai jual tinggi. Emas harus melalui proses pemurnian yang panjang sampai siap diperjualbelikan, di antaranya:
1. Pemisahan dari Bijih
Emas pertama kali dipisahkan dari batuan melalui metode seperti penggilingan dan pemisahan kimia. Salah satu metode paling umum adalah sianidasi, yang melarutkan emas dari bijihnya.
2. Pemurnian Emas
Setelah emas terpisah, proses pemurnian dilakukan untuk menghilangkan kotoran. Metodenya bisa berupa peleburan, penggunaan gas klorin, atau elektrolisis. Standar kemurnian emas murni umumnya berada di angka 99,9%.
3. Pengujian Kadar Emas
Emas yang sudah dimurnikan akan diuji kadarnya untuk memastikan kualitasnya. Dari sinilah muncul emas batangan, bahan perhiasan, atau emas industri yang siap digunakan.
Sifat emas yang lentur, tahan korosi, dan konduktif membuatnya sangat bernilai untuk berbagai kebutuhan, bukan hanya perhiasan. Mulai dari alat tukar sampai investasi.
Mau Jual Emas Tanpa Surat?
Emas selalu dianggap sebagai barang berharga di mana-mana. Bahkan, emas masih bisa dijual meski kondisinya sudah tidak lagi utuh.
Walaupun rusak atau tidak ada surat, emas tetap punya nilai intrinsik yang bisa dihitung berdasarkan kadar dan beratnya.
Nah, kamu bisa menjual emas tanpa surat di tempat jual beli emas yang terpercaya, seperti Beli Emas Indonesia. Biasanya, penjualan emas tanpa surat memang lebih rumit karena toko harus memastikan keaslian dan kepemilikan emas. Namun, di Beli Emas Indonesia, prosesnya dibuat jauh lebih transparan dan efisien.
Beli Emas Indonesia menerima berbagai jenis emas, mulai dari emas batangan, perhiasan, emas rusak, hingga emas tanpa surat. Pemeriksaan kadar dilakukan menggunakan alat XRF yang akurat dan dilakukan langsung di depan kamu. Ini penting karena hasilnya objektif dan tidak bisa dimanipulasi.
Keuntungannya, kamu tetap bisa mendapatkan harga yang kompetitif, bahkan untuk emas tanpa surat. Prosesnya cepat, transparan, dan kamu tidak perlu khawatir soal potongan yang tidak masuk akal.

